Activity water
Dalam pengawetan bahan makanan, pasti topiknya tidak jauh
dengan kemampuan mikrobia untuk tumbuh dalam bahan makan tersebut dan juga
Aw.ada pun definisi dari
Activity water (Aw) atau aktivitas air adalah sebagai banyaknya jumlah air bebas di dalam suatu bahan makanan yang dapat digunakan oleh suatu mikrobia untuk melakukan pertumbuhan atau berkembang biak.
Sehingga kita dapat mengatakan bahwa Aw dengan mikrobia mempunyai hubungan erat.karena Semakin banyak Aw di dalam suatu bahan pangan semakin baik pula bahan makanan tersebut untuk tempat berkembangnya mikrobia. Dengan banyaknya mikrobia di bahan makanan maka makanan tersebut akan cepat rusak dan membusuk. Apalagi jika kondisi air bebasnya sangat cocok untuk mikrobia tersebut. Pada umumnya Aw yang cocok untuk pertumbuhan mikrobia sebesar 0,91 atau lebih. Ada beberapa mekanisme dalam pengendalian Aw dengan tujuan untuk mengawetkan makanan, diantaranya :
1) gangguan pada senyawa penyusun dinding sel,
2) destruksi atau kerusakan fungsi material genetik.
3 ) peningkatan permeabilitas membran sel yang dapat menyebabkan kehilangan komponen penyusun sel,
3) menginaktivasi enzim,
Mikroba mempunyai kebutuhan aw minimal yang berbeda-beda untuk pertumbuhannya. Di bawah aw minimal tersebut mikroba tidak dapat tumbuh atau berkembang biak. Oleh karena itu salah satu cara untuk mengawetkan pangan adalah dengan menurunkan aw bahan tersebut. Beberapa cara pengawetan pangan yang menggunakan prinsip penurunan aw bahan misalnya:
1. Pengasinan
Garam dapat digunakan sebagai sebagai pengawet jika garam yang digunakan pada konsentrasi yang tinggi sekitar 25%. Garam merupakan bahan yang sangat cocok untuk proses pengawetan makanana karena garam memiliki kemampuan untuk mengikat air dari bahan. Kemampuan mengikat air ini dipengaruhi osmosis. Osmosis sesungguhnya hanyalah salah satu macam peresapan. Osmosis adalah peresapan air melalui sebuah membran tipis, dan itu terjadi setiap kali ada dua larutan berbeda konsentrasi (kepekatan) diseberang menyeberang sebuah membran. Air akan mengalir dari larutan kurang pekat ke larutan yang lebih pekat melewati membran. Membran bisasnya terdapat pada dinding sel darah merah, pembuluh darah kapiler, atau pada bakteri. Bakteri pada dasarnya merupakan segumpal kecil protoplasma mirip jeli yang terbungkus dalam dinding sel yang berfungsi sebagai membran. Sedangkan protoplasma didalamnya merupakan berupa air dengan bermacam-macam bahan terlarut didalamnya.
Sifat-sifat garam dapur adalah dapat menyebabkan berkurangnya jumlah air yang terdapat pada daging ikan, sehingga kadar air yang terdapat pada daging ikan berkurang dan hal ini menyebabkan aktivitas mikroorganisme terhambat, memilki daya toksisitas yang tinggi untuk menarik cairan pada daging ikan dan berpengaruh terhadap mikrobia serta dapat memblokir system respirasi menyebabkan protein daging ikan dan protein mikrobia terdenaturasi dan menyebabkan protein daging ikan dan protein mikrobia menjadi mati karena perubahan tekanan difusi. Mekanisme garam sebagai pengawet adalah sebagai berikut : garam di ionisasikan, sebagian ion menarik molekul-molekul air di sekitarnya. Proses ini disebut hidrasi ion. Protein dalam ikan akan larut dengan adanya penambahan garam, akan tetapi pada kondisi tertentu kelarutan garam akan turun seiring dengan peningkatan konsentrasi garam. Dengan penurunan tingkat kelarutan protein diikuti dengan pengikatan molekul air oleh garam tersebut,yang selanjutnya juga terjadi pemisahan protein (salting out).
2. Penambahan gula
Gula tidak hanya digunakan dalam makanan karena rasanya yang manis, tetapi juga karena hasil reaksi yang terjadi selama pemanasan; berupa karamel dan produk Maillard. Karamel diperoleh dari pemanasan gula secara langsung tanpa adanya bahan tambahan ataupun air. Karamel yang dihasilkan berwarna coklat hingga hitam dan memiliki rasa yang lezat. Produk Maillard dihasilkan dari pemanasan gula dan protein. Ini merupakan reaksi yang sangat kompleks, menghasilkan berbagai cita rasa yang khas seperti flavor roti, cookies, popcorn, daging goreng, dll. Gula dapat mengikat air secara efisien. Oleh karenanya penambahan gula ke dalam sebuah produk akan memberikan efek pengawetan karena air tidak lagi tersedia untuk pertumbuhan organisme pembusuk. Mekanisme pengikatan air oleh gula hampir sama dengan pemakaian garam dimana pengikatan air dipengaruhi oleh osmosis. Osmosis sesungguhnya hanyalah salah satu macam peresapan. Osmosis adalah peresapan air melalui sebuah membran tipis, dan itu terjadi setiap kali ada dua larutan berbeda konsentrasi (kepekatan) diseberang menyeberang sebuah membran. Air akan mengalir dari larutan kurang pekat ke larutan yang lebih pekat melewati membran. Membran bisasnya terdapat pada dinding sel darah merah, pembuluh darah kapiler, atau pada bakteri. Bakteri pada dasarnya merupakan segumpal kecil protoplasma mirip jeli yang terbungkus dalam dinding sel yang berfungsi sebagai membran. Sedangkan protoplasma didalamnya merupakan berupa air dengan bermacam-macam bahan terlarut didalamnya.
3. Pengaruh air terhadap proses oksidasi pada lemak
Factor utama yang mempengaruhi oksidasi lemak pada system dehidrasi adalah air. Beberapa hipotesa yang sudah dipublikasikan menjelaskan pengaruh air pada oksidasi lemak. Pada system pembersih, air bercampur dengan bimolekuler normal dekomposisi hidroperoksida oleh ikatan hydrogen dengan amphipolar hidroperoksida yang dibentuk pada lapisan antara air dan minyak. Periode nilai molekuler awalnya dipengaruhi oleh mekanisme ini, meskipun nilai molekuler juga menurun. Kadar air meningkat diatas monolayer yang mencakup dalam makanan pada system model, resisten terhadap difusi solute yang menurun dan solubilisasi menjadi signifikan. Pada system yang mengandung chelating agent dan antioksidan, kadar air tinggi menyebabkan solubilisasi chelating agen. Efek ini lebih rendah dari niali oksidasi. Tetapi, aktivitas air (aw = 0,5 – 0,6), air bias menerobos oksidasi dengan katalis atau dengan menyebabkan pembengkakan makromolekul seperti protein, membuka sisi katalitik. Pada akitivitas air yang masih tinggi dilusi katalis bisa memperlambat kecepatan oksidasi. Keberadaan radikal bebas pada peroksidasi lipid yang dibentuk pada dasar reaksi kinetic dan tipe pembentukan produk, tetapi deteksi radikal bebas pada lipid sulit karena radikal bebas memiliki umur yang relative pendek. Percobaan untuk mendeteksi radikal bebas pada peroksidasi lemak pada suhu ruang tidak berhasil. Tidak ada sinyal ESR yang ditunjukkan oleh metal linoleat terhadap radiasi gamma atau oksidasi atau juga pada dukungan sellulosa. Sejak itu diketahui radikal bebas ditunjukkan dibawah kondisi ini, keberadaan air pada radikal lebih stabil pada system kadar air rendah. Air diduga mempengaruhi interaksi radikal bebas antara protein dan oksidasi lipid dengan mempengaruhi konsentrasi radikal yang ada, tingkat kontak dan mobilitas reaktan.
Activity water (Aw) atau aktivitas air adalah sebagai banyaknya jumlah air bebas di dalam suatu bahan makanan yang dapat digunakan oleh suatu mikrobia untuk melakukan pertumbuhan atau berkembang biak.
Sehingga kita dapat mengatakan bahwa Aw dengan mikrobia mempunyai hubungan erat.karena Semakin banyak Aw di dalam suatu bahan pangan semakin baik pula bahan makanan tersebut untuk tempat berkembangnya mikrobia. Dengan banyaknya mikrobia di bahan makanan maka makanan tersebut akan cepat rusak dan membusuk. Apalagi jika kondisi air bebasnya sangat cocok untuk mikrobia tersebut. Pada umumnya Aw yang cocok untuk pertumbuhan mikrobia sebesar 0,91 atau lebih. Ada beberapa mekanisme dalam pengendalian Aw dengan tujuan untuk mengawetkan makanan, diantaranya :
1) gangguan pada senyawa penyusun dinding sel,
2) destruksi atau kerusakan fungsi material genetik.
3 ) peningkatan permeabilitas membran sel yang dapat menyebabkan kehilangan komponen penyusun sel,
3) menginaktivasi enzim,
Mikroba mempunyai kebutuhan aw minimal yang berbeda-beda untuk pertumbuhannya. Di bawah aw minimal tersebut mikroba tidak dapat tumbuh atau berkembang biak. Oleh karena itu salah satu cara untuk mengawetkan pangan adalah dengan menurunkan aw bahan tersebut. Beberapa cara pengawetan pangan yang menggunakan prinsip penurunan aw bahan misalnya:
1. Pengasinan
Garam dapat digunakan sebagai sebagai pengawet jika garam yang digunakan pada konsentrasi yang tinggi sekitar 25%. Garam merupakan bahan yang sangat cocok untuk proses pengawetan makanana karena garam memiliki kemampuan untuk mengikat air dari bahan. Kemampuan mengikat air ini dipengaruhi osmosis. Osmosis sesungguhnya hanyalah salah satu macam peresapan. Osmosis adalah peresapan air melalui sebuah membran tipis, dan itu terjadi setiap kali ada dua larutan berbeda konsentrasi (kepekatan) diseberang menyeberang sebuah membran. Air akan mengalir dari larutan kurang pekat ke larutan yang lebih pekat melewati membran. Membran bisasnya terdapat pada dinding sel darah merah, pembuluh darah kapiler, atau pada bakteri. Bakteri pada dasarnya merupakan segumpal kecil protoplasma mirip jeli yang terbungkus dalam dinding sel yang berfungsi sebagai membran. Sedangkan protoplasma didalamnya merupakan berupa air dengan bermacam-macam bahan terlarut didalamnya.
Sifat-sifat garam dapur adalah dapat menyebabkan berkurangnya jumlah air yang terdapat pada daging ikan, sehingga kadar air yang terdapat pada daging ikan berkurang dan hal ini menyebabkan aktivitas mikroorganisme terhambat, memilki daya toksisitas yang tinggi untuk menarik cairan pada daging ikan dan berpengaruh terhadap mikrobia serta dapat memblokir system respirasi menyebabkan protein daging ikan dan protein mikrobia terdenaturasi dan menyebabkan protein daging ikan dan protein mikrobia menjadi mati karena perubahan tekanan difusi. Mekanisme garam sebagai pengawet adalah sebagai berikut : garam di ionisasikan, sebagian ion menarik molekul-molekul air di sekitarnya. Proses ini disebut hidrasi ion. Protein dalam ikan akan larut dengan adanya penambahan garam, akan tetapi pada kondisi tertentu kelarutan garam akan turun seiring dengan peningkatan konsentrasi garam. Dengan penurunan tingkat kelarutan protein diikuti dengan pengikatan molekul air oleh garam tersebut,yang selanjutnya juga terjadi pemisahan protein (salting out).
2. Penambahan gula

Gula tidak hanya digunakan dalam makanan karena rasanya yang manis, tetapi juga karena hasil reaksi yang terjadi selama pemanasan; berupa karamel dan produk Maillard. Karamel diperoleh dari pemanasan gula secara langsung tanpa adanya bahan tambahan ataupun air. Karamel yang dihasilkan berwarna coklat hingga hitam dan memiliki rasa yang lezat. Produk Maillard dihasilkan dari pemanasan gula dan protein. Ini merupakan reaksi yang sangat kompleks, menghasilkan berbagai cita rasa yang khas seperti flavor roti, cookies, popcorn, daging goreng, dll. Gula dapat mengikat air secara efisien. Oleh karenanya penambahan gula ke dalam sebuah produk akan memberikan efek pengawetan karena air tidak lagi tersedia untuk pertumbuhan organisme pembusuk. Mekanisme pengikatan air oleh gula hampir sama dengan pemakaian garam dimana pengikatan air dipengaruhi oleh osmosis. Osmosis sesungguhnya hanyalah salah satu macam peresapan. Osmosis adalah peresapan air melalui sebuah membran tipis, dan itu terjadi setiap kali ada dua larutan berbeda konsentrasi (kepekatan) diseberang menyeberang sebuah membran. Air akan mengalir dari larutan kurang pekat ke larutan yang lebih pekat melewati membran. Membran bisasnya terdapat pada dinding sel darah merah, pembuluh darah kapiler, atau pada bakteri. Bakteri pada dasarnya merupakan segumpal kecil protoplasma mirip jeli yang terbungkus dalam dinding sel yang berfungsi sebagai membran. Sedangkan protoplasma didalamnya merupakan berupa air dengan bermacam-macam bahan terlarut didalamnya.
3. Pengaruh air terhadap proses oksidasi pada lemak
Factor utama yang mempengaruhi oksidasi lemak pada system dehidrasi adalah air. Beberapa hipotesa yang sudah dipublikasikan menjelaskan pengaruh air pada oksidasi lemak. Pada system pembersih, air bercampur dengan bimolekuler normal dekomposisi hidroperoksida oleh ikatan hydrogen dengan amphipolar hidroperoksida yang dibentuk pada lapisan antara air dan minyak. Periode nilai molekuler awalnya dipengaruhi oleh mekanisme ini, meskipun nilai molekuler juga menurun. Kadar air meningkat diatas monolayer yang mencakup dalam makanan pada system model, resisten terhadap difusi solute yang menurun dan solubilisasi menjadi signifikan. Pada system yang mengandung chelating agent dan antioksidan, kadar air tinggi menyebabkan solubilisasi chelating agen. Efek ini lebih rendah dari niali oksidasi. Tetapi, aktivitas air (aw = 0,5 – 0,6), air bias menerobos oksidasi dengan katalis atau dengan menyebabkan pembengkakan makromolekul seperti protein, membuka sisi katalitik. Pada akitivitas air yang masih tinggi dilusi katalis bisa memperlambat kecepatan oksidasi. Keberadaan radikal bebas pada peroksidasi lipid yang dibentuk pada dasar reaksi kinetic dan tipe pembentukan produk, tetapi deteksi radikal bebas pada lipid sulit karena radikal bebas memiliki umur yang relative pendek. Percobaan untuk mendeteksi radikal bebas pada peroksidasi lemak pada suhu ruang tidak berhasil. Tidak ada sinyal ESR yang ditunjukkan oleh metal linoleat terhadap radiasi gamma atau oksidasi atau juga pada dukungan sellulosa. Sejak itu diketahui radikal bebas ditunjukkan dibawah kondisi ini, keberadaan air pada radikal lebih stabil pada system kadar air rendah. Air diduga mempengaruhi interaksi radikal bebas antara protein dan oksidasi lipid dengan mempengaruhi konsentrasi radikal yang ada, tingkat kontak dan mobilitas reaktan.
Macam-macam aktifitas fisik (latihan) dan manfaatnya
Macam-macam aktifitas fisik
(latihan) dan manfaatnya
Latihan fisik
yang kita kenal sangat bermacam-macam jenisnya. Jalan cepat, jogging,
bersepeda, dan semua jenis senam (senam aerobik, senam kesegaran jasmani dll.)
merupakan beberapa jenis latihan fisik yang dapat kita lakukan dalam keseharian
kita.
Banyak manfaat
yang dapat kita peroleh setelah kita melakukan latihan fisik yang baik dan
benar, terukur dan dilakukan secara teratur.
Manfaat latihan
fisik antara lain :
- Memperpanjang
usia.
- Selalu ceria.
- Tidak mudah
terserang penyakit (daya tahan tubuh meningkat).
- Terhindar
dari stress dan loyo.
- Tidak mudah
lelah dalam bekerja, sehingga produktivitas kerja meningkat.

Selain manfaat
yang kita peroleh dari melakuakn latihan fisik, latihan yang kita lakukan itu
juga akan berdampak positif terhadap tubuh kita. Dampak latihan fisik terhadap
tubuh antara lain :
- Meningkatkan
kemampuan jantung dan paru-paru.
- Memperkuat
sendi dan otot-otot.
- Menurunkan
tekanan darah.
- Menurunkan
kadar lemak dalam tubuh.
- Menurunkan
kadar gula darah.
- Menurunkan
resiko terserang penyakit jantung koroner.
- Memperlancar
aliran darah.
- Memperlancar
pertukaran gas (pernafasan).
- Memperlambat
proses penuaan.
Dalam melakukan
latihan fisik, ada beberapa prinsip yang harus diterapkan dalam perencanaan
maupun pada saat pelaksanaan, prinsip-prinsip tersebut antara lain :
- Latihan fisik
yang dilakukan harus sesuai dengan kemampuan seseorang dan kondisinya pada saat
melakukan latihan tersebut.
- Akan lebih
baik jika seseorang melakukan latihan fisik sesuai dengan
kesukaan/kegemarannya.
- Latihan fisik
yang dilakukan hendaknya bervariasi, sehingga seseorang dalam melakukan latihan
tersebut tidak bosan/jenuh.
- Latihan
yang dilakukan harus ada perubahan, misalnya peningkatan/penambahan porsi
latihan, hal ini akan bepengaruh pada hasil latihan itu sendiri.
- Urutan
latihan fisik adalah pemanasan → inti → pendinginan. Hal ini harus dilakuakn
secara urut agar latihan dapat berhasil.
Berikut ini
beberapa latihan fisik yang dapat dilakukan seseorang untuk meningkatkan
derajat kesehatan dan kesegaran jasmaninya:
1. Jogging
Melakukan jogging secara teratur memberikan manfaat bagus
buat kondisi fisik dan kesehatan lainnya. Jogging juga memberikan kesenangan
secara fisik dan mental.
Keuntungan Jogging
Jogging memberikan keuntungan tetap bagi keseluruhan
kesehatan setelah dilakukan. Efek-efek dari jogging adalah:
- membuat jantung kuat, dimana
semakin memperlancar peredaran darah dan pernafasan;
- Mempercepat sistem pencernaan dan
membantu Anda menyingkirkan masalah pencernaan;
- Menetralkan depresi;
- Meningkatkan kapasitas untuk bekerja
dan mengarahkan pada kehidupan yang aktif;
- Jogging membantu Anda membakar
lemak dan mengatasi kegemukan;
- Kalau Anda bermasalah dengan
selera makan, jogging membantu Anda memperbaikinya;
- Jogging mengencangkan otot kaki,
paha dan punggung;
- Membuat tidur lebih nyenyak.
Kesenangan Yang Didapat Dari Jogging
Jogging juga dapat memberi Anda kesenangan secara fisik
maupun mental. Apabila jogging dilakukan dengan benar, Anda tak akan merasakan
kelelahan saat Anda telah menyelesaikan satu tur lebih dari yang Anda lakukan
sebelumnya. Anda juga mendapat manfaat dengan merasakan nyaman di otot selama
jogging dan setelahnya.
Anda akan merasakan angin lembut yang bertiup disekitar
tubuh Anda, juga dapat mendengarkan suara burung berkicau, suara air yang mengalir,
atau suara ombak di laut (jika Anda melakukannya di tepi laut). Selama jogging
Anda juga dapat merasakan perasaan senang.
Pakaian Dan Sepatu
Pakaian yang Anda kenakan harus sesuai dengan udara saat
itu. Saat udara hangat, celana pendek dan t-shirt cukup nyaman untuk dikenakan.
Namun, jika Anda melakukan rute yang jauh tak ada salahnya membawa pakaian
ekstra di tas kecil, untuk berjaga-jaga jika udara jadi buruk. Pilih pakaian
yang dapat memberikan ventilasi bagus, hindari yang penuh jahitan, bertepi
tajam atau yang membungkus dengan ketat.
Sedang untuk sepatu, kenakan yang lembut dan nyaman, tapi
dengan bentuk yang pas dan cocok di kaki. Pilih yang alasnya dapat ditekuk
dengan lentur dalam pergerakan kaki Anda tapi cukup mendukung saat terhentak
dengan tanah, sehingga tidak membuat Anda terpeleset.
Rute Dan Sesi Jogging
Jogging dapat ditempuh dalam berbagai cara : Jarak yang
panjang antara 2-20 km dalam kecepatan biasa; Jarak 3-6 km dalam kecepatan
tinggi; Jogging dengan kecepatan sedang ditempuh dalam 4-8 kg.
Bagaimana Melakukan Sesi Jogging
Anda sebaiknya bergerak dengan lambat dengan usaha kecil
yang pertama dalam beberapa ratus meter untuk pemanasan otot anda. Lalu
perlahan-lahan tambahkan kecepatan Anda. Kalau Anda sudah melakukan setengah
rute, Anda bisa berlari lebih cepat sesuai kemampuan Anda. Jika rute cukup
panjang, Anda bisa mengambil dua atau tiga dorongan dengan kapasitas yang
hampir penuh. Untuk jarak ratus meter terakhir lambatkan gerakan lari Anda.
Peregangan Tubuh Dan Setelah Beberapa Sesi
Sangat disarankan untuk melakukan peregangan sebelum
melakukan sesi jogging, dan bukan hanya pada otot kaki Anda, tapi juga
keseluruhan tubuh, lakukan selama 2 menit sebelumnya dan 3-4 menit setelahnya.
Kapan Dan Seberapa Sering
Jika jogging hanya satu-satunya aktivitas olahraga yang
dilakukan, melakukannya tiap dua hari sekali adalah ukuran idelnya. Itu sudah
cukup untuk memberikan seluruh keuntungan bagi kesehatan dan meningkatkan
kondisi, dan daya tahan tubuh Anda. Tapi jika Anda mengkombinasikan jogging
dengan olah raga lain, lakukan seminggu dua kali cukup baik bagi kesehatan.
Mungkin Anda merasa lapar saat akan melakukan jogging, tapi sebaiknya jangan
melakukannya setelah makan. Anda bisa melakukannya kapanpun sepanjang hari,
tapi lebih baiknya melakukan jogging sebagai kegiatan pertama di pagi hari.
Bagaimana Memulainya
Jika Anda tak biasa melakukan latihan fisik, sebelum memulai
jogging, alangkah baiknya Anda berkonsultasi dengan dokter. Anda mungkin
memiliki masalah kesehatan, yang tidak disarankan untuk melakukan jogging, atau
yang mesti Anda pertimbangkan jika melakukan jogging. Untuk pertama-tama,
sebaiknya Anda berlari-lari di tempat selama 10 menit. Lalu Anda dapat menambah
waktu, jarak dan kecepatan setelah terbiasa.
2. Bersepeda
Sepintas, bersepeda mungkin
dipandang sebagai olahraga yang mudah dilakukan. Kenyataannya bersepeda
termasuk olahraga yang membutuhkan keterampilan. Keterampilan utama yang
dibutuhkan dalam latihan fisik ini adalah keseimbangan. Organ yang akan
terpengaruh dalam latihan bersepeda termasuk jantung dan paru-paru. Sedangkan
otot yang dilatih dengan bersepeda adalah otot tungkai, lengan, perut, dan
punggung.
Bersepeda bisa dilakukan sebagai
aktivitas fisik, sebagai latihan fisik alias exercise, atau juga
sebagai sport atau olahraga. Aktivitas fisik meliputi kegiatan
sehari-hari yang melibatkan gerakan tubuh. Sebagai latihan yang bisa dilakukan
semua kalangan, tapi tanpa kompetisi, bersepeda merupakan latihan fisik. Ini
berarti bersepeda harus dapat memacu denyut jantung sesuai dengan target.
Dengan begitu, fungsinya sebagai latihan yang meningkatkan kemampuan jantung
dan paru-paru akan lebih optimal. Target denyut jantung yang biasanya digunakan
dalam latihan fisik adalah memenuhi angka 60%-85% dari 220 dikurangi usia.
Misalnya, usia kita 20 tahun, berarti target denyut jantung adalah 60% dari
200, yaitu 120 denyut per menit.
Bila dilakukan dengan baik, benar, teratur, dan terukur, bersepeda akan mampu meningkatkan kemampuan jantung dan paru-paru dalam fungsinya sehari-hari. Otomatis organ-organ tersebut dapat bekerja secara optimal.
Bila dilakukan dengan baik, benar, teratur, dan terukur, bersepeda akan mampu meningkatkan kemampuan jantung dan paru-paru dalam fungsinya sehari-hari. Otomatis organ-organ tersebut dapat bekerja secara optimal.
Orang harus memerhatikan kebugaran
dan kondisi medisnya, apakah cocok bersepeda. Orang-orang pengidap asma atau
penyakit jantung, misalnya, disarankan agar berkonsultasi dulu dengan dokternya
tentang olahraga apa yang cocok untuk kondisi tersebut.
Sebagai olahraga aerobik, bersepeda
akan optimal bagi kebugaran tubuh jika dilakukan tiga hingga lima kali dalam
seminggu, dengan memenuhi target denyut jantung. Idealnya latihan bersepeda,
seperti latihan aerobik lain, dilakukan 20 hingga 60 menit sehari. misalnya
bersepeda 10 menit di pagi hari, dan 10 menit lagi di sore hari.
3. Senam (senam
aerobik, senam kesegaran jasmani dll.)
Jika selama ini yang kita tahu
aerobik hanya bisa membakar kalori dan baik bagi kesehatan jantung, kini ada
satu kelebihan dari aerobik, yaitu bisa meningkatkan kadar kolesterol.
Sebelumnya olahraga secara umum diyakini bisa memperbaiki kadar kolesterol
seseorang.
Sebuah studi yang dilakukan di Turki
dan dimuat dalam Journal of Sports Medicine and Physical Fitness ini menemukan
aerobik loncat bisa meningkatkan kadar kolesterol HDL (High Density
Lipoprotein) yang dikenal sebagai kolesterol baik karena mencegah sakit
jantung.
Studi yang dipimpin A Kin Isler dari
Baskent University, Ankara, Turki ini mengamati 45 mahasiswi selama delapan
minggu. 15 partisipan mengikuti kelas aerobik loncat, 15 lainnya mengikuti
aerobik dansa tradisional, dan satu kelompok lagi tak mengikuti kelas aerobik
apapun. Latihan dilakukan selama 45 menit yang dilakukan selama tiga hari dalam
satu minggu.
Hasilnya, setelah delapan minggu,
peserta aerobik menunjukkan penurunan total kolesterol dibandingkan kelompok
yang tak ikut aerobik. Namun yang mengejutkan partisipan yang mengikuti aerobik
loncat menunjukkan peningkatan HDL secara signifikan.
"Hasil ini menunjukkan latihan aerobik loncat lebih
efektif untuk memodifikasi profil kolesterol," jelas tim Isler tanpa
menjelaskan kenapa aerobik bisa meningkatkan HDL.
"Aerobik loncat lebih energik,
giat dan lebih mengeluarkan banyak energi dibanding aerobik tradisional, bahkan
cenderung bisa menaikkan tingkat HDL," jelas Gerald Fletcher M.D., ahli
jantung pada Mayo Clinic di Jacksonville, Florida, yang juga juru bicara
American Heart Association.
"Ada banyak alasan untuk berolahraga secara rutin,
selain bisa meningkatkan kadar HDL, olahraga yang banyak menggunakan gerakan
energik memiliki banyak keuntungan bagi kesehatan tubuh, tambah Fletcher.
Bagi Robyn Stuhr, M.A., seorang
psikologis dari Women's Sports Medicine Center, Hospital for Special Surgery di
New York mengatakan aerobik loncat adalah alternatif olah raga yang
menyenangkan, selain bisa dilakukan bersama-sama, menggerakkan tubuh diiringi
musik menjadi sebuah kenikmatan tersendiri. "Olahraga aerobik
memberikan banyak keuntungan bagi kesehatan dalam berbagai cara, bahkan lebih
dari sekedar menaikkan kadar HDL. Aerobik memiliki efek positif menjaga stamina
tubuh, melancarkan peredaran darah, menstabilkan berat badan, menormalkan pola
tidur, meningkatkan energi tubuh, serta mengurangi resiko sakit jantung,
diabetes dan berbagi tipe kanker. Jangan malas menggerakkan tubuh demi
kesehatan kita," papar Stuhr yang sangat yakin kesehatan bergantung pada
gaya hidup setiap individu.
GAYA HIDUP SEHAT DAN POLA HIDUP SEHAT
A. PENGERTIAN
Gaya hidup sehat adalah suatu pilihan sederhana yang
sangat tepat untuk dijalankan. Hidup dengan pola makan, pikiran, kebiasaan dan
lingkungan yang sehat. Sehat dalam arti kata mendasar adalah segala hal yang
kita kerjakan memberikan hasil yang baik bagi tubuh.
Pengertian Pola Hidup Sehat Menurut Ahli: Menurut
Kotler, pola hidup sehat yaitu gambaran dari aktivitas / kegiatan yang di
dukung oleh minat, keinginan dan bagaimana pikiran menjalaninya dalam
berinteraksi dengan linkungan. Tentunya terhadap hal-hal baik.
Dari pengertian di atas dapat diartikan bahwa gaya
hidup sehat adalah adalah suatu pilihan yang sangat tepat untuk kelangsungan
hidup kita, sedangkan pola hidup sehat adalah jalan yang harus ditempuh untuk
memperoleh fisik yang sehat secara jasmani maupun rohani. Jadi gaya hidup sehat
adalah proses untuk mencapai pola hidup sehat.
B. KEUNTUNGAN BERGAYA HIDUP SEHAT
Merasa tenteram, aman dan nyaman Memiliki rasa percaya
diri, hidup seimbang, tidur nyenyak
Berpenampilan lebih sehat dan ceria
Sukses dalam pekerjaan
Menikmati kehidupan sosial dilingkungan keluarga, handai ta
ulan
dan tetangga
C. POLA HIDUP SEHAT
Berpenampilan lebih sehat dan ceria
Sukses dalam pekerjaan
Menikmati kehidupan sosial dilingkungan keluarga, handai ta
ulan
dan tetanggaC. POLA HIDUP SEHAT
Ada beberapa langkah yang harus diperhatikan dan
dijalani untuk mencapai pola hidup sehat, diantaranya adalah konsumsi makanan,
olah raga, istirahat, kualitas udara, dan pribadi yang kuat.
1. Konsumsi Makanan
Konsumsi makanan yang memenuhi standar kesehatan yaitu
makanan yang harus bisa memenuhi kebutuhan tubuh. Namun belu banyak yang
memerhatikan tentang makanan, bahkan banyak makanan yang berbahaya bagi
kesehatan sangat diminati, seperti makanan yang mengandung pengawet, makanan
cepat saji/makanan instan.
Orang-orang zaman dahulu cenderung lebih panjang
umurnya daripada di zaman sekarang, hal ini disebabkan karena mereka
mengkonsumsi makanan-makanan segar, dan tanpa bahan kimia. Ini merupakan contoh
penting betapa bahan kimia sangat merusak kesehatan kita.
2.Olahraga
Olahraga adalah kegiatan yang mudah dilakukan tetapi
banyak yang mengabaikannya, padahal olahraga merupakan sumber kesehatan bagi
seluruh tubuh. Olahraga yang teratur memberikan banyak manfaat bagi kesehatan
tubuh, seperti akan lebih giat, menurunkan tekanan dara tinggi, menguatkan
tulang-tulang, meningkatkan HDL(kolesterol yang baik), mencegah kencing manis,
menurunkan resiko kanker, mengurangi stress dan depresi, dan juga akan
memberikan kebugaran.
3. Istirahat Yang Cukup
Istirahat yang cukup diperlukan untuk memulihkan diri
dari kelelahan dan memberikan cukup waktu bagi tubuh untuk mengembalikan tenaga
yang telah dipakai. Di sini jelas terdapat perbedaan yang sangat menonjol, kita
di masa kini lebih sering bekerja hingga lupa waktu untuk istirahat atau bahkan
sampai minum minuman penambah energi (suplemen).
4. Menciptakan Udara Yang Bersih
Bagi yang tinggal di daerah pedesaan tentunya udara
yang bersih bukan merupakan hal yang sulit, namun bagi yang tinggal di daerah
perkotaan perlu melakukan pengndalian terhadap kebersihan udara, paling tidak
menanam pohon di sekitar rumah.
5. Pribadi Yang Kuat
Pribadi yang kuat juga sangat erat kaitannya dengan
kesehatan secara menyeluruh. Pribadi yang kuat berarti mampu mengendalikan
keseluruhan aktifitas hidupnya. Diantaranya kepribadian untuk pantang
mengkonsumsi apapun yang bersifat merusak, seperti tembakau, alkohol, narkoba,
makanan yang mengandung pengawet dll.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar